Mungkin hal akan gue bahas ini sudah sangat sering
dibahas oleh penulis bloger lainnya karena ini selalu menjadi pembicaraan dari
remaja-remaja di Indonesia, tapi gue disini cuma ingin membahasnya dengan pola
pikir gue.
Bagi sebagian orang memiliki seorang pacar adalah
kebutuhan yang harus dipenuhi. Karena pada dasarnya manusia memang dilahirkan
berpasang-pasangan. Selain memiliki akal untuk bertindak, manusia juga memiliki
perasaan untuk mencinta. Tapi pada dasarnya masih banyak orang-orang yang
beranggapan lain tentang perihal pacaran.
Banyak dari mereka yang mengartikan
memiliki pacar itu adalah sebuah “berkah”, mengapa begitu? Itu semua terjadi
karena pemikiran remaja sekarang yang menganggap memiliki pacar mendatangkan
kebahagian secara instant atau lebih ekstrim dapat dikatakan untuk menyalurkan “hasrat biologis” semata.
Sebagai seorang remaja gue gak menyangkal memiliki
pacar adalah sebuah hal yang “enak”. Kita semua tau jiwa muda hanya ingin untuk
bersenang-senang semata. Dan memiliki pacar termasuk dalam kesenangan tersebut.
Tapi apakah harus?
Iya, apakah harus memiliki pacar? Kalau hanya untuk
mencari kebahagiaan mungkin memiliki pacar bukannya hanya jalan satu-satunya.
Masih banyak hal bisa dilakukan untuk berbahagia.
Bagi gue bisa menghabiskan waktu bersama
sahabat-sahabat tanpa terganggu oleh gadget atau menonton film kesukaan seharian
ditemani cemilan itu merupakan hal bisa membahagiakan gue.
Memang benar adanya di sebuah perkumpulan jika ada
seorang teman yang tidak memiliki pacar akan selalu di-bully, gue juga suka banget di-bully
karena lama banget tidak memilki pacar tapi apakah hanya karena tidak ingin di-bully lantas kita memaksakan diri untuk
memiliki pacar?
Bukankah, sesuatu hal yang dimulai dengan paksaan terkadang
berakhir dengan ketidakbahagiaan
Banyak teman gua yang mengalami hal tersebut. Karena
tak ingin di bully mereka pun memaksakan untuk secepatnya memiliki pacar. Oleh karena itu mereka mengurangi kualitas
diri mereka sendiri dengan asal memilih pacar. Memang benar meraka akhirnya
mempunyai pacar, tapi udah ketebak kan bagaimana selanjutnya? Kebanyakan
hubungan dari mereka tak bertahan lama. Malah memperburuk hati mereka sendiri.
Berusaha mencintai seseorang yang tak harusnya dicintai.
Cinta itu terbiasa bukan terpaksa
Bagi gue sendiri memiliki pacar itu memang sebuah
kebutuhan dan lambat laun akan menjadi tuntutan. Tapi maksud gue apa kah itu
harus menjadi prioitas pertama dalam hidup kita? Bagi gue itu enggak. Masih
banyak hal yang harus kita lakuin. Seperti dengan mewujudkan cita-cita terlebih
dahulu.
Sebagai penutup, gue akhiri dengan quotes dari @daraprayoga
Mungkin itu sedikit dari gue. Mungkin tulisan gue
agak gak nyambung. Mohon di maklumi, gue masih dalam proses belajar juga.
Jika ingin menanyakan lebih lanjut silahkan komentar atau hubungin sosmed gue.
Thank You!