Jumat, 03 Juli 2015

Pacaran? Pentingkah?





Mungkin hal akan gue bahas ini sudah sangat sering dibahas oleh penulis bloger lainnya karena ini selalu menjadi pembicaraan dari remaja-remaja di Indonesia, tapi gue disini cuma ingin membahasnya dengan pola pikir gue.
Hasil gambar untuk pacaran



Bagi sebagian orang memiliki seorang pacar adalah kebutuhan yang harus dipenuhi. Karena pada dasarnya manusia memang dilahirkan berpasang-pasangan. Selain memiliki akal untuk bertindak, manusia juga memiliki perasaan untuk mencinta. Tapi pada dasarnya masih banyak orang-orang yang beranggapan lain tentang perihal pacaran.
Banyak dari mereka yang mengartikan memiliki pacar itu adalah sebuah “berkah”, mengapa begitu? Itu semua terjadi karena pemikiran remaja sekarang yang menganggap memiliki pacar mendatangkan kebahagian secara instant atau lebih ekstrim dapat dikatakan  untuk menyalurkan “hasrat biologis” semata.



Sebagai seorang remaja gue gak menyangkal memiliki pacar adalah sebuah hal yang “enak”. Kita semua tau jiwa muda hanya ingin untuk bersenang-senang semata. Dan memiliki pacar termasuk dalam kesenangan tersebut. Tapi apakah harus?



Iya, apakah harus memiliki pacar? Kalau hanya untuk mencari kebahagiaan mungkin memiliki pacar bukannya hanya jalan satu-satunya. Masih banyak hal bisa dilakukan untuk berbahagia.
Bagi gue bisa menghabiskan waktu bersama sahabat-sahabat tanpa terganggu oleh gadget atau menonton film kesukaan seharian ditemani cemilan itu merupakan hal bisa membahagiakan gue.

Hasil gambar untuk menonton film


Memang benar adanya di sebuah perkumpulan jika ada seorang teman yang tidak memiliki pacar akan selalu di-bully­, gue juga suka banget di­-bully karena lama banget tidak memilki pacar tapi apakah hanya karena tidak ingin di-bully lantas kita memaksakan diri untuk memiliki pacar?

 Hasil gambar untuk di bully jomblo
Bukankah, sesuatu hal yang dimulai dengan paksaan terkadang berakhir dengan ketidakbahagiaan

Banyak teman gua yang mengalami hal tersebut. Karena tak ingin di bully mereka pun memaksakan untuk secepatnya memiliki pacar.  Oleh karena itu mereka mengurangi kualitas diri mereka sendiri dengan asal memilih pacar. Memang benar meraka akhirnya mempunyai pacar, tapi udah ketebak kan bagaimana selanjutnya? Kebanyakan hubungan dari mereka tak bertahan lama. Malah memperburuk hati mereka sendiri. Berusaha mencintai seseorang yang tak harusnya dicintai.

Cinta itu terbiasa bukan terpaksa

Bagi gue sendiri memiliki pacar itu memang sebuah kebutuhan dan lambat laun akan menjadi tuntutan. Tapi maksud gue apa kah itu harus menjadi prioitas pertama dalam hidup kita? Bagi gue itu enggak. Masih banyak hal yang harus kita lakuin. Seperti dengan mewujudkan cita-cita terlebih dahulu.

Sebagai penutup, gue akhiri dengan quotes dari @daraprayoga 

Screen Shot 2015-02-26 at 12.20.35 PM

Mungkin itu sedikit dari gue. Mungkin tulisan gue agak gak nyambung. Mohon di maklumi, gue masih dalam proses belajar juga.

Jika ingin menanyakan lebih lanjut silahkan komentar atau hubungin sosmed gue.

Thank You!